Kepada Yth. Bapak Presiden Prabowo berharap ini adalah benar, karena informasi yang disampaikan lewat medsos terbatas dan terbaca oleh Rakyat Indonesia.
Persoalan salah siapa bermula, yang penting berakhir bahwa rakyat Indonesia bisa hidup makmur bila informasi ini disampaikan secara transparan dan segera mengevaluasi kembali bahwa perlu ada pembahasan untuk Percepatan Pembangunan demi kemakmuran bangsanya, tentu harus dihadirkan bersama untuk terbukanya soal utang Indonesia yang selama ini menjadi apriori rakyat kepada niat baik pemerintah khususnya Presiden dan Para Menterinya di Jakarta.
Mengurangi Tambahan Anggaran ke Daerah berarti Pemerintah Pusat Mambuat PR untuk Pemerintah di Daerah, bagaimana dengan Rakyatnya Bila negeri kita tak punya hutang:
- Presiden Indonesia Terpilih menjadi Pelopor modernisasi yang berketuhanan YME
- Para Menteri dihadirkan untuk membahas Utang Negara sebesar Rp. 8.000 Trilyun
- Mantan Presiden yang benar dan tidak berbohong kepada rakyatnya untuk duduk bersama memikirkan hal ini agar persoalan utang negara segera selesai
- Berapa Rupiah (trilyun) yang masih tersimpan dan belum ada pemiliknya atau telah dikuasai oleh Pribadi bukan negara, segera untuk dipanggil karena dari bunga-utang saja sekian Trilyun seperti Sdr. Srimulyani sampaikan pada pembahasan keadaan keuangan negara, tetapi tidak perlu dibahas untuk siapa dan kepentingan siapa, pada saat kepentingan dimulai
- Distribusi Keuangan Pemerintah Pusat(APBN) perlu diatur kembali seberapa besar kepentingan Daerah terhadap Distribuasi dari APBN dan tanggung jawab terhadap belanja daerahnya
- Pengaturan Upah/Gaji ASN/PNS dan Pendapatan DPRD kabupaten, kota dan provinsi di Seluruh Indonesia disesuaikan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota, kab., Provinsi masing-masing, kalau berlebihan tidak adil sementara rakyat juga butuh bantuan dari negara
- Dalam laporan Keuangan Daerah dan Pemeriksaan oleh BPK RI bukan karena wajib tetapi ini untuk bangsa, tidak ada kepentingan Politik Praktis karena yang dikelola adalah Uang rakyat
Mutlak atas kembalinya Rp. 8000 T kepangkuan yang resmi menggunakan Lembaga apapun, rakyat akan sujud syukur. Semoga Indonesia menjadi Negara yang Diberkahi.
Oleh karena itu, Saya sebagai Rakyat Indonesia yang taat bernegara, mohon Yth. Kepada Bapak Presiden RI, menyampaikan hal ini untuk mencari kebenaran informasi, bahwa itu perlu tidak saling intervensi tetapi mencari jalan keluar dari masalah yang sebenarnya bisa dilakukan adalah benar dan masing-masing Menteri Keuangan yang lama dan Baru mencari kata mufakat untuk Indonesia bersama wakil rakyat untuk duduk bersama membahas Bahwa Negeri Kaya Raya perlu kebenaran atau tetap dalam kebohongan Publik, dan negara dalam keadaan sakit.
( Believe it or Not ).
disampaikan Oleh: www.mediajabarinfo.com (17-10-2025)
Khusus kepada ibu Sri Mulyani lepas Menteri Pengganti, kalau Ibu telah melakukan yang benar-benar bekerja untuk rakyat dan negara atau Dampingi menteri yang baru untuk tujuan bersama dalam Pemerintahan Prabowo & Gibran. Demikian kami sampaikan untuk Rakyat Indonesia
Lihat juga informasi dari Youtube:
- https://youtu.be/OM8A3D7yDpk?si=dA0_r_1M69mEVrZf
- https://youtube.com/shorts/BykVgIMtom8?si=OjT5I70LToQJHMAS
