Berita  

ASPIRASI MASYARAKAT TAMBAK UDANG LOSARI KABUPATEN CIREBON MEMINTA EVALUASI ULANG MANFAAT AIR WADUK DARMA KUNINGAN BUKANKAH KALI LOSARI YANG TERDEKAT?

CIREBON, 2 September 2026. Kecamatan Losari di Kabupaten Cirebon memiliki luas lahan petakan tambak sekitar 2.300 hektar yang sebagian besar dikelola secara tradisional atau tradisional plus.
Lokasi dan sebaran diantaranya yaitu:
1. Desa Pesisir : kegiatan budidaya dan tambak banyak tersebar di desa-desa pesisir seperti Desa Ambulu dan wilayah sekitarnya di Losari.
2. Komoditas : selain udang (terutama vaname), kawasan tambak di Losari juga dimanfaatkan untuk budidaya Ikan Bandeng
3. Kondisi lingkungan : (a) Sebagian petakan menggunakan sistem ekstensif atau tradisional. (b) Penelitian kualitas lingkungan perairan tambak di wilayah ini mencakup parameter fisika-kimia air serta dinamika fitoplankton untuk menjaga produktifitas budidaya.

Realitas di lapangan menurut ketua termuda Forum Petani Tambak Losari yaitu Sdr. Eka bahwa selama kurun waktu lebih 20 tahun penangannya belum ditangani serius dan akibatnya saya (Eka) selalu mengalami kerugian seperti : Bantuan benih udang dari Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPB), perkembangannya ternyata bibit benih udang tersebut tidak sesuai harapan sehingga dijual ke tengkulak pasar dijual eceran per-Kg karena 50% – 75% pertumbuhan udang menghasilkan udang kualitas rendah dan 45% – 25% persen katagori udang berkualitas baik, atau disebut gagal panen.
Sebenarnya itu urusan atau tugas utama KKP seperti urusan Regulasi, Bantuan, Teknologi mengenai sistem tambak modern (intensif dan super intensif).

Menurut Sdr. Eka, lalu masalahnya kenapa? antara lain :
1. Musim kemarau, air sulit diperoleh
2. Drainase tidak mampu dimanfaatkan dan menjadi tumpukan sampah
3. Air untuk mengisi kolam tambak membutuhkan waktu 10 jam melewati 1 daerah tertentu dan baru sampai ke tambak di daerah Losari mengalami keterlambatan, jadi air dari Waduk Darma yang jauh tidak maksimal dan bagaimana petani tambak akan dapat memenuhi kebutuhan air untuk kelangsungan petani tambak dan perbaikan kehidupan petani di daerah Losari.
4. Musim Penghujan perubahannya belum tentu dan dapat memenuhi kebutuhan makanan alami dari plankton yaitu ketergantungan cuaca ekstrim atau tidak
5. Ini tidak termasuk area persawahan dengan kebutuhan yang sama
Pertanyaan :
a. Apakah Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kementerian Kelautan tidak bekerja dan mengandalkan kinerja peneliti daerah yang tugasnya sering berpindah atau mutasi sehingga dinas terkait tidak mampu membuat Rencana Penanganan Pembangunan Desa yang bertanggung jawab atau karena Anggaran tidak dimanfaatkan maksimal untuk memelihara dan membiayai kepentingan parsial yang lebih diutamakan?
Jawaban :
Itu politis, ini realitas bahwa sebenarnya ini fakta di lapangan

b. Keinginan masyarakat petani tambak yang sudah lama menginginkan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat untuk evaluasi ulang kebutuhan Forum Petani Tambak di Losari, apakah pemanfaatan air kali tidak dilirik? dan sejauh ini tentu Pemerinta Pusat dan Daerah harus menyatukan Program kegiatan yang realistis karena kondisi daerah tidak sama di Indonesia .
Jawaban :
Terkait pemanfaatan air kali, dengan pembiayaan yang besar Kami tidak sanggup melaksanakannya. Selain itu, Kami juga belum memahami teknologi yang digunakan.
(dalam dialog dengan Petani Tambak Udang Losari / Sdr. Eka, oleh: Damayanti, S.P.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *